KULON PROGO – Bukan sekadar peternakan biasa, DPD ORASKI SB DIY di bawah kepemimpinan Andi Sitianto tengah mengelola sebuah Pilot Project Peternakan Ayam Elba Terpadu yang menjanjikan masa depan cerah bagi para anggotanya.
Mencetak Entrepreneur dari Jalanan
Bagi Andi Sitianto, proyek ini adalah jawaban atas tantangan ekonomi yang dihadapi rekan-rekan driver. “Tujuan utama kami adalah menjadikan area ini sebagai sekolah lapangan. Kami ingin para driver tidak hanya bergantung pada satu sumber penghasilan, tapi juga menjadi pengusaha (entrepreneur) yang memiliki nilai tambah,” ungkap Andi.
Peternakan ini bukan hanya soal angka produksi, melainkan tentang Ketahanan Pangan dan Peningkatan Kesejahteraan. Menariknya, proyek ini tidak dikelola secara tertutup. Meski dijalankan oleh anggota dan pengurus DPD ORASKI SB DIY, warga setempat pun dilibatkan untuk mengelola peternakan ini.

Mengapa Harus Ayam Elba?
Banyak yang bertanya, mengapa memilih Ayam Elba dibandingkan ayam kampung biasa atau ayam ras petelur? Andi Sitianto menjelaskan dengan detail keunggulan ras ini:
- Produktivitas Luar Biasa. Ayam Elba Mampu bertelur hingga 300 butir per tahun (tingkat produksi 70-80% per hari).
- Berbeda dengan ayam kampung, Elba tidak memiliki sifat mengeram sehingga waktu produksinya terus menerus.
- Konsumsi pakannya sangat irit, hanya sekitar 70 gram per ekor per hari.
- Lebih tangguh terhadap penyakit dibandingkan ayam ras petelur, sehingga sangat cocok untuk peternak pemula.
“Elba adalah perpaduan ras ayam yang tepat. Produksi telur setinggi ayam ras, tapi daya tahan tubuh sekuat ayam kampung,” tambah Andi.
Peternakan didukung Ekosistem Terpadu
Yang membuat peternakan binaan ORASKI SB ini istimewa adalah konsep Peternakan Terpadu (Integrated Farming). Di lahan yang sama, terdapat berbagai unit usaha yang saling melengkapi:
- Sektor Perikanan (Lele Dumbo). Kolam lele ini dikelola secara profesional sebagai unit bisnis kedua. Hasil panen lele menjadi sumber pendapatan tambahan (cash flow) selain dari penjualan telur ayam.

- Lumbung Pakan Mandiri. Untuk menekan biaya produksi ayam, lahan ini ditanami jagung, singkong, pepaya, kelor, dan rumput kolonjono. Tanaman-tanaman ini diolah menjadi pakan tambahan penuh gizi agar ayam tetap sehat dan produktif.

- Sayuran Pendamping. Pembibitan sawi dan kangkung juga dilakukan untuk memaksimalkan pemanfaatan lahan subur di sekitar area kandang.

Rencana Relokasi dan Edukasi
Kedepannya, DPD ORASKI SB DIY memproyeksikan area ini sebagai pusat edukasi dan komersial yang sesuai dengan Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW). Dengan manajemen yang optimal, diharapkan peternakan ini tidak hanya menghasilkan telur dan daging, tetapi juga produk sampingan seperti pupuk organik hingga pemanfaatan kulit dan bulu.
Peternakan Ayam Elba Terpadu di Kulon Progo ini adalah bukti nyata bahwa dengan kolaborasi dan pemilihan teknologi tepat guna (seperti Ayam Elba), kesejahteraan anggota DPD ORASKI SB DIY dan warga setempat bukan lagi sekadar impian.

